free html hit counter
harap dicatat bahwa 200 aplikasi berbahaya ini didistribusikan di play store b70518c
harap dicatat bahwa 200 aplikasi berbahaya ini didistribusikan di play store b70518c

Harap Dicatat Bahwa 200 Aplikasi Berbahaya Ini Didistribusikan Di Play Store

Harap Dicatat Bahwa 200 Aplikasi Berbahaya Ini Didistribusikan Di Play Store – Kembali diberitakan bahwa aplikasi berbahaya didistribusikan di Google Play Store, toko aplikasi seluler Android.

Penyedia keamanan internet Trend Micro mengatakan telah menemukan lebih dari 200 aplikasi di Play Store yang mengandung malware FaceStealer.

Malware tersebut dikatakan mampu mencuri data pengguna seperti kredensial dan kata sandi akun Facebook.

Malware atau malware biasanya mengacu pada perangkat lunak berbahaya yang dibuat untuk melakukan aktivitas kriminal.

Di Play Store, ratusan aplikasi berbahaya disembunyikan seperti aplikasi pengeditan foto, kamera, VPN, kebugaran, penambangan cryptocurrency, dan banyak lagi.

Situs web Trend Micro merinci tujuh dari lebih dari 200 aplikasi yang mungkin berisi malware FaceStealer yang dapat mencuri kata sandi Facebook:

  • Daily Fitness OL 
  • Enjoy Photo Editor 
  • Panorama Camera 
  • Photo Gaming Puzzle 
  • Swarm Photo 
  • Business Meta Manager 
  • Cryptomining Farm Your own Coin

Trend Micro menemukan Lebih dari 200 aplikasi di Play Store Kabarnya sudah dihapus.

Seperti yang dicatat KompasTekno pada Jumat sore, tujuh aplikasi di atas tidak bisa ditemukan di Google Play Store dan tidak bisa lagi dipasang.

Apa itu FaceStealer?

Pada bulan Maret, peneliti keamanan seluler Pradeo menemukan malware FaceStealer yang sama di aplikasi ilustrasi berbasis Android Craftsart Cartoon PhotoTools.

FaceStealer sendiri adalah malware yang tergolong Trojan.

Saat pengguna menginstal aplikasi yang menyertakan FaceStealer, malware ini dapat menyusup ke ponsel pengguna dan mencoba mencuri informasi pribadi pengguna.

Misalnya, lihat halaman login akun Facebook Anda sebagai jebakan.

Untuk menggunakan aplikasi, pengguna harus masuk ke akun Facebook mereka melalui jendela yang disediakan oleh peretas.

Namun tanpa disadari, proses login FaceStealer memberikan akses kepada hacker yang bertanggung jawab dan mengambil alih akun Facebook korban.

BACA JUGA  Sisa 6 Jam Lagi, Google, YouTube, Twitter Belum Terdaftar Di PSE Kominfo

Setelah mendapatkan informasi seperti kata sandi akun Facebook korban, peretas dapat melihat isi percakapan dan riwayat pencarian untuk menemukan informasi kartu kredit pengguna.

Hal ini memungkinkan peretas untuk membajak akun Facebook korban dan menggunakannya untuk tujuan penipuan seperti penipuan dan phishing. Selain itu, peretas yang telah mengelola akunnya dapat melakukan transaksi ilegal tanpa sepengetahuan korban.

Tindakan pencegahan malware FaceStealer

Sulit untuk mengidentifikasi karena dapat membobol aplikasi sah yang tersedia di Google Play Store, tetapi ada beberapa cara yang dapat dilakukan pengguna untuk mencegah infeksi malware FaceStealer.

Pertama, hindari aplikasi yang mengharuskan pengguna untuk login ke akun media sosial, seperti Facebook, kecuali jika aplikasi tersebut dibuat oleh pengembang resmi dan tepercaya.

Selanjutnya perhatikan nama-nama developer yang tertera di halaman Google Play Store. Jika nama pengembangnya mengatasnamakan “Google Commerce Ltd “, kami sangat menyarankan Anda untuk tidak mengunduh aplikasi tersebut.

Hal ini dikarenakan pengembang aplikasi tidak menyebutkan nama pengembang asli, sehingga menggunakan nama “Google Commerce Ltd ” untuk merujuk ke Google itu sendiri.

Pengguna yang dikumpulkan dari Bleeping Computer juga didorong untuk memverifikasi informasi kontak seperti situs web pengembang dan alamat email.